Sabtu, 05 Juni 2010
Rumah Yang Penuh Kebaikan
Rumah yang bisa memberikan kebaikan bagi penghuninya adalah rumah yang selalu dibacakan ayat-ayat al-Qur’an oleh penghuninya. Abu Hurairah berkata, “ Sesungguhnya rumah itu akan terasa luas bagi penghuninya, akan didatangi malaika, dijauhi syaitan dan akan membanjir pula didalamnya kebaikan. Sebaliknya, rumah itu akan terasa sempit bagi penghuninya, akan dijauhi malaikat dan didatangi syaitan serta tidak banyak kebaikan, jika tidak dibacakan al-Qua’an didalamnya..
( Riwayat Ad-Darini ).
Disadur Dari : Majalah Hidayah Edisi mei 2003
Jumat, 04 Juni 2010
Antara Menggunakan Tasbih Dengan Jari Tangan
Berdzikir sambil menghitung jumlah sikirnya dengan menggunakan jari-jri tangannya adalah lebih afdhal( utama ) dibanding menggunakan tasbih berdasarkan apa yang dilakukan oleh Rasulullah saw. Kebanyakan orang berilmu dan ulama juga menggunakan jari-jari tangannya untuk menghitung bilangan zikir dengan mengikut sunnah Rasullulah saw.
Disadur Dari : Majalah Hidayah edisi Mei 2003
Kamis, 03 Juni 2010
Ringankan Shalat Apabila Menjadi Imam
Seandainya anda menjadi imam, anda dianjurkan untuk meringankan shalat anda itu. Maksudnya, anda jangan sengaja membuat gerakan shalat terlalu lama atau memanjangkan shalat anda. Apalagi jika itu dilatarbelakangi oleh sifat riya’ atau ingin dipuji sebagai orang yang sungguh-sungguh shalatnya. Bersikaplah yang wajar. Shalat yang wajar dimaksudkan untuk menjaga kepentingan makmum yang kita tidak ketahui urusan mereka. Anjuran demikian berdasarkan kepada hadits yang dirawikan oleh Abu Hurairah ra. Bahwa Nabi saw Bersabda, “ Apabila seseorang dari kamu menjadi imam, hendaknya ia meringankan shalatnya, sebab, diantara para makmum ada yang lemah, sakit dan lanjut usia. Dan, bila ia shalat sendirian, boleh saja ia memperpanjangnya sekehendak hatinya “( HR Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi dan Nasa-I )
Disadur dari : Majalah HIdayah Edisi mei 2003
Hikmah diperbolehkannya cerai
Cerai atau thalak dalam Islam merupakan sesuatu yang dibolehkan tetapi dibenci oleh Allah swt. Cerai merupakan jalan darurat yang bisa dipakai oleh pasangan suami isteri, ketika semua usaha untuk berdamai di antara mereka berdua sudah mengalamikebuntuan, atau jika prinsip keduanya sudah tidak bisa dipertemukan lagi. Karena cerai merupakan perkara yang dibenci Allah swt. Maka hendaklah setiap pasangan tidak mempermudah perceraian. Maksudnya, mereka harus berusaha terlebih dahulu untuk mencari jalan penyelesaian terhadap masalah mereka, termasuk dengan menghadirkan penengah di antara mereka, baik dari orang-orang yang mereka percaya, maupun dari pihak keluarga keduanya..
disadur dari : majalah hidayah edisi mei 2003
Selasa, 25 Mei 2010
MASJID NABAWI DIBANGUN 12 HARI

Masjid nabawi dibangun oleh Rasulullah saw. Secara bergotong royong dengan kaum muslimin Madinah ( baik golongan Muhajirin maupun Anshor ) selama kira-kira 12 hari. Pembangunannya amat sederhana, di mana bahan-bahannya diambil dari apa yang di dapat di sekitarnya, seperti tiang-tiangnya dari batang kurma, lantainya bercampur pasir dan batu-bata merah dari gunung yang berdekatan...
Disadur dari majalah HIDAYAH
Edisi mei 2003...
SUNAT LELAKI BERWANGI-WANGIAN

Berwangi-wangian adalah pekerjaan yang sunat. Karena itu, dianjurkan bagi kaum lelaki mengutamakan berwangi-wangian ketika shalat jumat, dua shalat sunat Idul Fitri dan Idul Adha, ketika bersama-sama jamaah, ketika berada dalam majlis-majlis pengajian dan membaca al-Quran, majlis ilmu dan pada saat Dzikir…
Disadur dari majalah HIDAYAH
Edisi mei 2003..
ANAK PANAH BERACUN IBLIS

ANAK PANAH BERACUN IBLIS
Sesungguhnya pandangan bernafsu seorang lelaki kepada wanit, dapat diibaratkan sebagai anak panah beracun dari iblis. Jika lelaki itu dapat melindungi pandangannya karena takut kepada Allah, maka dia mendapat pahala karena tindakannya itu.
Rasulullah saw. Bersabda, Alla swt, berfirman.
“ Sesungguhnya memandang itu adalah satu anak panah daripada anak panah iblis yang diracuni. Barang siapa yang meninggalkannya karena takut kepada-Ku, niscaya Aku berikan gantinya keimanan yang ia resapi kenikmatan di dalam hatinya. “
(HR At-Tabarani)
Disadur dari majalah HIDAYAH
Edisi mei 2003..

