Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Mei 2010

Hidup SULIT ? Apa itu?

Seorang remaja baru punya mobil. Mobilnya bekas, tapi masih bagus. Setelah seminggu berbangga-bangga dengan mobil itu, sang mobil mogok. Ia pun mencoba mencari-cari sumber masalahnya. Setelah dua jam mengotak-atik, masalahnya tak ketemu juga. Akhirnya, ia dorong mobil kebanggaannya ke bengkel terdekat. Untung bengkelnya sedang sepi. Maka montir di bengkel itu segera bisa menangani masalahnya. Dan tak lebih dari lima menit, mobil tersebut hidup lagi dan bisa digunakan. Rupanya hanya ada kabel yang kendor.



Saudara, ternyata masalah mobil mogok itu mendatangkan kesulitan untuk sang remaja. Tapi untuk montir mobil, masalah itu mudah saja. Jadi apa itu kesulitan? Secara sederhana, kesulitan adalah ketika seorang siswa kelas dua SD harus menghadapi soal kelas dua SMP, misalnya. Artinya, sesuatu dikatakan sulit bila kemampuan anda di bawah masalah yang harus dihadapi. Hidup mudah jelas sebaliknya. Siswa SMP yang harus menyelesaikan masalah SD jelas akan mudah menyelesaikannya. Jadi kesulitan (atau kemudahan) itu adalah perbandingan masalah dan kemampuan anda.



Apakah hidup anda terus sulit?



Bila anda menilai hidup anda sekarang, apakah dipenuhi lebih banyak kesulitan atau kemudahan? Bila anda merasa anda selalu dirundung kesulitan, berarti ada satu kesadaran yang harus ditimbulkan : Kemampuan anda tidak meningkat. Dengan kemampuan yang tetap atau malah turun, maka hidup anda memang akan selalu sulit.



Kesadaran ini penting. Karena dengan begitu, anda punya peluang untuk keluar dari kesulitan hidup anda. Tentu anda akan benar-benar keluar dari kesulitan bila anda merubah tindakan anda.



Setelah kesulitan ada kemudahan


”Setelah kesulitan ada kemudahan” berasal dari kitab suci. Untuk meraih kemudahan, anda harus melalui suatu kesulitan. Mudah adalah ketika kamampuan anda lebih hebat dari masalah anda. Jadi, kesulitan dalam konteks ini adalah proses anda dalam meningkatkan kemampuan diri. Kenapa sulit? Karena peningkatan kualitas diri adalah sesuatu yang anda tidak ketahui. Kesulitan berasal dari ketidaktahuan itu. Ketidaktahuan bukan hanya mendatangkan kesulitan, tapi juga ketakutan. Nah, ketika anda berhasil mengatasi ketidaktahuan, kesulitan dan ketakutan itu, maka kemampuan anda pun meningkat. Ketika kemampuan meningkat, anda akan mudah mengatasi masalah yang anda hadapi.



Ingin hidup terus mudah?


Jadi, bila anda ingin terus hidup dalam kemudahan teruslah meningkatkan kemampuan. Atasi kesulitan-kesulitan yang anda rencanakan (terus belajar kemampuan-kemampuan baru). Dengan begitu, anda akan terhindar dari kesulitan-kesulitan yang ditimbulkan masalah yang datang pada hidup anda. Koq bisa? Karena anda telah punya kemampuan yang lebih dari masalah yang datang tersebut. Itulah salah satu sebab kenapa anda diwajibkan belajar dari buaian sampai liang kubur. Agar kemampuan anda terus meningkat dan membuat tak satu masalah pun menjadi cukup besar untuk mempersulit hidup anda.



Masalah, I Love You


Jadi, bagi anda yang terus belajar, anda akan bilang : ”Masalah, I Love You” bagi setiap masalah yang datang pada anda. Bila masalahnya lebih kecil dari kemampuan, maka anda akan senang dan mudah menyelesaikannya. Bila masalahnya lebih besar dari kemampuan, maka anda akan senang mendapatinya. Kenapa? Karena anda bisa belajar dan membuat kemampuan anda lebih meningkat lagi !!!






good luck.... hehehehe

( berbagai sumber )

Pentingnya Kata-Kata dalam Transformasi Diri

Kalau Anda pernah baca buku the Secret disitu diterangkan pentingnya berpikir positif dalam proses manifestasi apa saja yang Anda ingin peroleh. Pikiran menentukan apa yang Anda ucapkan atau tindakan yang Anda lakukan.

Secara alamial proses berpikir ini terjadi sangat cepat dan terus-menerus sehingga seringkali ucapan atau tindakan kita keluar begitu saja tanpa kontrol. Akibatnya seringkali bukannya sukses yang didapat tapi justru kegagalan yang terjadi. Di artikel ini saya ingin mengingatkan pentingnya memperhatikan kata-kata yang kita gunakan dalam percakapan sehari-hari. Dalam proses transformasi diri Anda bisa mengubah persepsi atau emosi Anda terhadap suatu kejadian dengan menggunakan kata-kata yang berbeda.



Kata Bermakna Ganda


Kata yang sangat populer digunakan orang tapi sebetulnya merugikan secara mental adalah kata ”mencoba”. Kata ”mencoba” memberikan kesan seolah-olah sesuatu akan terjadi tapi sebetulnya tidak. Apa yang ada dibenak Anda ketika saya bilang, ”Saya coba perbaiki mobil Anda”. Kemungkinan besar saya tidak akan memperbaiki mobil Anda atau mobil Anda tidak akan pernah betul meskipun saya sudah mencoba berbagai macam cara untuk memperbaikinya.

Kata mencoba tidak menggambarkan intensi atau niat Anda untuk mengambil tindakan. Paulo Coelho dalam bukunya The Alchemist mengatakan, ”Alam semesta berkonspirasi membantu mereka yang memiliki niat kuat untuk memperoleh apapun yang mereka inginkan”. Alam semesta akan ”kebingungan” mencari tahu apa sebetulnya yang Anda inginkan kalau Anda menggunakan kata ”mencoba”.

Kata lain yang sering kita gunakan adalah ”mungkin”. Kata ”mungkin” menggambarkan ketidakpastian dan ketidakyakinan Anda untuk melakukan apa yang Anda mau. Apa yang ada dibenak Anda apabila saya mengatakan, ”Mungkin saya datang malam ini”. Tentunya Anda tidak yakin saya akan datang atau tidak, kan?

Jangan Gunakan Kata Negative

Selayaknya kita tidak menggunakan kata negatif seperti “jangan” atau “tidak”. Pikiran bawah sadar tidak mengenal kata negatif sehingga tiap kali kali kita menggunakan kata ”jangan” atau ”tidak”, kita berharap keadaan itulah yang kita inginkan. Misalnya begini ”saya tidak mau miskin”. Pikiran bawah sadar akan menterjemahkannya menjadi ”saya mau miskin” karena semakin Anda berpikir ”saya tidak mau miskin” yang terbayang adalah saat ini Anda miskin.

Masih bingung? Contoh lain misalnya, ”Jangan bayangkan monyet naik sepeda”. Apa yang ada di pikiran Anda sekarang? Kemungkinan besar Anda membayangkan seekor monyet yang sedang naik sepeda, kan?

Transformational Vocabulary

Ada istilah namanya ”Transformational Vocabulary” yang intinya mengganti kata-kata tertentu dengan kata-kata yang lebih bermakna untuk membantu kita mencapai tujuan yang diinginkan. Anda bisa mengubah persepsi Anda tentang sesuatu dengan menggunakan kata-kata yang berbeda.

Contohnya:

Saya coba perbaiki mobil Anda,
ganti dengan:
Saya akan perbaiki mobil Anda

Saya mungkin datang malam ini,
ganti dengan:
Saya datang malam ini

Saya tidak mau miskin,
ganti dengan:
Saya mau kaya

Saya mengerjakan ini karena disuruh atasan saya
ganti dengan:
Saya mengerjakan ini karena saya memilihnya

Latih diri Anda untuk mengawasi kata-kata Anda sendiri. Anda akan merasakan kata-kata itu memiliki kekuatan dan energi positif. Transformational vocabulary bisa mengubah cara pandang atau persepsi Anda terhadap situasi apapun dan meningkatkan kesadaran Anda.







Good luck....!!!!

( Berbagai sumber )

MENCARI MAKNA LEBIH DARI SEKEDAR NAMA

Beberapa hari belakangan ini, saya sedang banyak mendapatkan ‘sentilan-sentilan’ ringan mengenai suatu hal. Awalnya beberapa bulan yang lalu saat saya sedang menikmati kopi di kedai kopi langganan saya, tiba-tiba terbetik ide untuk menulis suatu hal. Tetapi seperti biasa, saya lalu sibuk mengerjakan hal lain dan melupakan ide tersebut.

Namun di hari-hari berikut, rasanya ada saja ‘sentilan’ yang ditujukan kepada saya mengingatkan bahwa ada ide yang belum saya tuangkan ke dalam bentuk nyata. Dan hal ini berlanjut terus sampai dengan sekarang. Sehingga saat ini, suatu sore di pertengahan bulan Mei di luar pulau Jawa jauh dari keluarga dan rekan, saya ingin mencoba menuangkannya dengan gaya saya sendiri dan melihat kemana alur tulisan ini berjalan.

Hal tersebut sebenarnya berupa satu bentuk pertanyaan :
“SIAPAKAH SAYA?”

Pernah nonton film Jackie Chan yang berjudul Who am I?
Atau kalau bahasa Mandarinnya Wo Shi Shei deh.
Dalam film itu, Jackie Chan menjadi seorang agen CIA yang kemudian mengalami kecelakaan saat bertugas yang mengakibatkan ia menderita amnesia. Cerita kemudian bergulir menguraikan perjuangan Jackie Chan untuk mengetahui identitas dirinya dan apa yang sebenarnya harus ia lakukan.

Memang sih cuma sebuah film, film kocak malah, dan itu mungkin pertanyaan yang terdengar mudah serta susunan kalimat yang cukup singkat bukan?

Tetapi apa jawabannya sesingkat dan semudah itu?

Siapakah saya?
Siapakah Anda?

Apakah saya atau Anda hanya didefinisikan dari nama saja? Atau dari pekerjaan? Atau dari susunan keluarga semata?

Apakah kalau ada yang bertanya kepada saya, “Kamu itu siapa sih?” maka jawaban seperti,”Oh saya Liza. Saya psikolog, anak kedua dari tiga bersaudara, memiliki satu orang anak laki-laki berumur 6 tahun” sudah terdengar cukup?

Apakah itu semua memang SAYA?
Atau ada sesuatu yang lebih daripada itu?

Sejujurnya, pertanyaan-pertanya an seperti itu sudah banyak mengelayuti pikiran saya semenjak seri film Heroes mulai diputar.

Hehehehehe… Saya memang maniak nonton film karena rasanya selalu saja ada pelajaran atau sesuatu hal yang bisa saya petik dari film apapun.

Film Heroes itu sendiri bercerita mengenai sekumpulan orang yang masing-masing memiliki kemampuan luar biasa yang berbeda-beda satu dengan yang lain dimana dengan kemampuan itu hidup mereka menjadi seru sekali pokoknya. Ada yang bisa terbang, ada yang bisa menghentikan waktu, ada yang bisa menghilang atau bahkan ada yang bisa ‘membatalkan’ kematian.

Terlalu berlebih-lebihan ya kayaknya. Tetapi pelajaran yang saya ambil bukan itu. Yang menjadi bahan renungan saya adalah, “Iya ya. Rasanya memang pasti ada sesuatu yang lebih dari masing-masing di diri kita. Kita ini pasti lebih toh dari sekedar bangun pagi, makan, bekerja atau belajar, ngobrol sana-sini, ketemu orang-orang seharian, kembali ke rumah, beristirahat, tidur dan lalu kembali bangun pagi dan lalu kembali pula mengulangi putaran yang sama”

Saya berpikir rasanya pasti ada sesuatu yang lebih dari itu semua bukan? Masa iya hidup ini hanya merupakan putaran yang itu-itu saja sepanjang masa hidup kita.

Atau di sisi lain, memang mungkin itulah putaran hidup yang sama dari waktu ke waktu yang kita jalani. Namun apakah tidak ada sesuatu yang lebih mendasar dari itu? Apakah putaran kehidupan itulah yang lalu mendefinisikan siapa saya?

Atau bagaimana kalau misalnya kita (saya) rubah sistemnya?
Bagaimana kalau kita (saya) mulai berpikir dahulu siapa saya lalu dengan definisi yang ada itu mulai menjalankan putaran yang ada?

Bagaimana kalau saya tentukan dahulu saya mau apa dalam putaran itu baru kemudian meloncat masuk ke putaran?

Saya berteori jikalau saya sudah mengetahui saya ini siapa dan mau apa, mungkin putaran yang saya jalani dari hari ke hari akan menjadi lebih menyenangkan.

Balik lagi ke Jackie Chan tadi.
Akan lebih ‘menyenangkan’ toh hidupnya ketika ia sudah mengetahui siapa dirinya? Dan betapa bingungnya ia ketika dari waktu ke waktu, hari ke hari, mengalami amnesia tidak tahu siapa dirinya dan apa yang harus ia kerjakan.

Bagi saya pribadi rasanya kok tidak menyenangkan ya ketika harus mengalami amnesia dan kebingungan terus-menerus sepanjang hidup saya. Jadilah yang ada saya kemudian terus terusik dengan pertanyaan siapa saya ini.

Kalau boleh berbagi, tanpa bermaksud apa-apa, setelah terusik sekian lama akhirnya saya menemukan siapa saya ini.

Saya bukan Liza. Itu hanya sekedar nama.
Saya juga bukan psikolog. Itu hanya embel-embel titel pekerjaan.
Saya juga bukan ibu dari seorang anak. Itu hanya sebuah status.
Saya juga bukan lulusan dari ini atau itu, bukan bergelar ini atau itu, bukan bermateri ini atau itu, karena semua hanyalah hal-hal duniawi yang memang penting tetapi tidak terpenting.

Saya ternyata adalah cinta.
Saya juga kedamaian dan kebahagiaan.
Hehehehheheee… Mungkin saat ini banyak yang mencemooh saya. Tetapi jujur ini yang saya rasakan dan saya tidak malu berbagi ‘temuan’ saya ini.

Saya adalah cinta, kedamaian dan kebahagiaan.
Saya memberikan cinta, kedamaian dan kebahagiaan.
Namun saya juga menerima cinta, kedamaian dan kebahagiaan.

Secara pribadi setelah saya menemukan ini, putaran yang saya lalui pun menjadi penuh dengan cinta, kedamaian serta kebahagiaan. Dan juga seru sekali seperti di film Heroes tadi!

Memang teorinya seperti yang mungkin kita semua telah ketahui, segala hal yang terjadi dalam hidup kita akan kita lihat dari ‘kaca mata’ kita toh.

Dan dengan ‘kaca mata’ siapa saya lah kemudian saya memandang putaran hidup saya ini.

Tetapi tolong jangan kira bahwa saya tidak lagi mendapatkan kesusahan, kemarahan, kejengkelan atau beragam hal yang menguras emosi lainnya. Saya masih kok menerima putaran hidup dengan beragam aspeknya. Komplit pokoknya deh dengan segala harum wanginya dan bau amisnya.

Hanya saja si harum dan si bau ini sekarang saya pandang dari perspektif siapa saya ini.

Dan saya juga tidak menyatakan bahwa penjabaran siapa saya ini pasti suatu jabaran yang akan terus saya lekatkan dalam diri saya sampai hari akhir saya.

Saya manusia yang terus belajar dan berkembang.
Suatu saat mungkin saja jabaran saya ini berubah dan saya menyakini berubah ke hal yang jauh lebih positif karena siapa lagi yang harus menyakini itu kalau bukan saya? Lha wong saya yang punya hidup ini bukan…

Anda pasti juga bisa punya perspektif Anda sendiri.
Jika Anda memang ingin melihat diri Anda semata dari identitas duniawi Anda dan Anda merasa lebih nyaman menjalankan putaran Anda dengan identitas tersebut, tentu itu pilihan Anda yang berhak Anda ambil.

Saya pribadi merasa tidak nyaman lekat dengan identitas duniawi saya. Saya tetap menyakini bahwa saya ‘lebih’ dari itu semua. Dan setelah saya menemukan siapa saya, rasanya malah saya lebih bisa menjalani tidak hanya putaran hidup saya namun juga identitas duniawi saya dengan lebih nyaman dan ikhlas.

Saya memiliki ‘tugas belajar’ untuk memberi dan menerima cinta, kedamaian serta kebahagiaan.

Apapun yang kemudian terjadi dalam putaran hidup saya, secara ikhlas saya menyakini merupakan bagian dari ‘tugas belajar’ tersebut. Apapun yang ada membantu saya untuk belajar beragam macam harum dan bau kehidupan.

Hidup ini sempurna dengan segala ketidaksempurnaanny a.
Saya tidak malu-malu mengakui kesempurnaan saya, tetapi saya juga tidak ragu meminta maaf untuk segala ketidaksempurnaan yang saya lakukan. Dan tentunya saya masih terus berada dalam proses belajar dari semua hal itu. Hidup ini satu paket komplit plit plit….

Anda mungkin punya cerita tulisan Anda sendiri.
Tetapi pertanyaanya terlebih dahulu, “Siapakah Anda???”






( Berbagai sumber)

Arti Kepribadian

Kepribadian itu memiliki banyak arti, bahkan saking banyaknya boleh dikatakan jumlah definisi dan arti dari kepribadian adalah sejumlah orang yang menafsirkannya. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan dalam penyusunan teori, penelitian dan pengukurannya.

Kepribadian secara umum

Personality atau kepribadian berasal dari kata persona, kata persona merujuk pada topeng yang biasa digunakan para pemain sandiwara di Zaman Romawi. Secara umum kepribadian menunjuk pada bagaimana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individu-individu lainnya. Pada dasarnya definisi dari kepribadian secara umum ini adalah lemah karena hanya menilai perilaku yang dapat diamati saja dan tidak mengabaikan kemungkinan bahwa ciri-ciri ini bisa berubah tergantung pada situasi sekitarnya selain itu definisi ini disebut lemah karena sifatnya yang bersifat evaluatif (menilai), bagaimanapun pada dasarnya kepribadian itu tidak dapat dinilai “baik” atau “buruk” karena bersifat netral.

Kepribadian menurut Psikologi

Untuk menjelaskan kepribadian menurut psikologi saya akan menggunakan teori dari George Kelly yang memandang bahwa kepribadian sebagai cara yang unik dari individu dalam mengartikan pengalaman-pengalaman hidupnya. Sementara Gordon Allport merumuskan kepribadian sebagai “sesuatu” yang terdapat dalam diri individu yang membimbing dan memberi arah kepada seluruh tingkah laku individu yang bersangkutan.

Lebih detail tentang definisi kepribadian menurut Allport yaitu kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik individu yang menentukan tingkah laku dan pikiran individu secara khas.

Allport menggunakan istilah sistem psikofisik dengan maksud menunjukkan bahwa jiwa dan raga manusia adalah suatu sistem yang terpadu dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain, serta diantara keduanya selalu terjadi interaksi dalam mengarahkan tingkah laku. Sedangkan istilah khas dalam batasan kepribadian Allport itu memiliki arti bahwa setiap individu memiliki kepribadiannya sendiri. Tidak ada dua orang yang berkepribadian sama, karena itu tidak ada dua orang yang berperilaku sama.

Sigmund Freud memandang kepribadian sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem yaitu Id, Ego dan Superego. Dan tingkah laku, menurut Freud, tidak lain merupakan hasil dari konflik dan rekonsiliasi ketiga sistem kerpibadian tersebut.

Dari sebagian besar teori kepribadian diatas, dapat kita ambil kesamaan sbb(E. Koswara):

1. sebagian besar batasan melukiskan kerpibadian sebagai suatu struktur atau organisasi hipotesis, dan tingkah laku dilihat sebagai sesuatu yang diorganisasi dan diintegrasikan oleh kepribadian. Atau dengan kata lain kepribadian dipandang sebagai “organisasi” yang menjadi penentu atau pengarah tingkah laku kita.

2. sebagian besar batasan menekankan perlunya memahami arti perbedaan-perbedaan individual. Dengan istilah “kepribadian”, keunikan dari setiap individu ternyatakan. Dan melalui study tentang kepribadian, sifat-sifat atau kumpulan sifat individu yang membedakannya dengan individu lain diharapkan dapat menjadi jelas atau dapat dipahami. Para teoris kepribadian memandang kepribadian sebagai sesuatu yang unik dan atau khas pada diri setiap orang.

3. sebagian besar batasan menekankan pentingnya melihat kepribadian dari sudut “sejarah hidup”, perkembangan, dan perspektif. Kepribadian, menurut teoris kepribadian, merepresentasikan proses keterlibatan subyek atau individu atas pengaruh-pengaruh internal dan eksternal yang mencakup factor-faktor genetic atau biologis, pengalaman-pengalaman social, dan perubahan lingkungan. Atau dengan kata lain, corak dan keunikan kepribadian individu itu dipengaruhi oleh factor-faktor bawaan dan lingkungan.



so,... udah taukah kepribadian kamu sendiri???

( berbagai sumber )